MADING ONLINE

PK IMM STIE MUHAMMADIYAH PEKALONGAN

Senin, 04 Februari 2019

SIAPA BILANG PACARAN ITU HARAM???

by PK STIE MUHAMMADIYAH PEKALONGAN  |  in Artikel IMM at  Februari 04, 2019





" Saat bersamamu,  satu jam terasa satu detik. Tapi saat aku jauh dari kamu,  satu hari terasa satu tahun ". Kata seorang laki laki itu sambil menatap tajam si perempuan. Si perempuan, hanya tersipu malu dan memerah pipinya.
Hmm.... kira-kira itu orang lagi ngapain ya? Main gombal-gombalan?
Jangan salah guys, aktifitas semacam ini sudah menjadi trend di kalangan remaja,  bahkan sampai di kalangan anak-anak berseragam merah putih. Aktifitas semacam ini di sebut dengan 'pacaran'.
Dan beberapa orang si bilang kalau pacaran itu 'haram'.
Eh.... tapi tunggu dulu, siapa bilang pacaran itu haram?.

Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ  ۖ  إِنَّهُۥ كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)
Marak diperbincangkan QS. Al-Isra' : 32 sebagai dalil 'mengharamkan' pacaran. Kemudian ayat ini di jadikan senjata untuk menyebutkan bahwa pacaran itu haram.
Tapi.... tunggu dulu, dimana kalimat kalau pacaran itu haram ya?
Begini... guys, dalam ayat tersebut di sebutkan bahwa " Zina adalah suatu perbuatanku yang keji dan suatu jalan yang buruk ". Jadi, kalau kita sudah tau kalau zina itu buruk, dosa, keji yaa jangan dekati ataupun lakukan zina. Diawal ayat larangannya ada pada mendekati hal keji dan buruk. Mendekati saja tidak boleh, apalagi melakukannya. Semakin tidak boleh yaaa:v

Sampai sini paham? Jadi mana perbuatan kalau pacaran itu haram?
Yuk mari kita lanjutkan agar lebih jelas, apa aja sih yang termasuk dalam 'mendekati zina'?
1. Perbuatan zina itu pasti di penuhi  dengan hawa nafsu yang menguasai diri. Dan itu pasti!
2. Jadi apa saja yang termasuk dalam 'mendekati zina'? Hmm... ya hawa nafsu yang semakin panas dan semakin besar. Contoh nya :
     1. Pandangan. Dari mata turun ke hati . Begitulah Pandangan, setiap yang kita pandang akan masuk ke otak, di olah, di nilai, apakah bagus, indah atau tidak? Dari penilaian tersebut akan muncul keinginan alias 'nafsu' untuk memiliki atau menjauhi. Jika semakin banyak memandang semakin besar pula keinginan atau nafsunya bertambah.
Begitu nafsu berjalan di mata, lalu turun ke Hati. Itulah penjelasan logikanya. Kalau penjelasan dalilnya begini :

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ  ۚ  ذٰلِكَ أَزْكٰى لَهُمْ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
(QS. An-Nur 24: Ayat 30)
Bagi kita yang beriman, di perintahkan untuk 'menundukkan pandangan', dan di ikuti perintah 'memelihara atau menjaga kemaluannya'. Artinya dua hal ini saling berkaitan. Kalau pandangan kita terjaga, maka nafsu dan kemaluan juga terjaga. Begitu juga sebaliknya.
Jadi, pandangan bisa termasuk dalam 'mendekati zina', bila pandangan itu tidak diatur dan di jaga dengan baik. Okey, itu artinya pandangan kita tidak boleh sembarangan, kita harus menunduk dalam arti; tidak memandang hal-hal yang berpotensi meningkatkan nafsu kita.
     2. Lanjut poin ke dua, kita merujuk pada hadits ini :
“Sesungguhnya andai kepala seseorang kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (H.R Ath-Thabrani)
Apa yang di sentuh, di pegang, di raba oleh tangan atau kulit kita juga perlu di perhatikan. Bila yang di sentuh bukan yang boleh di sentuh, maka kita dapatkan hukuman berat seperti hadits yang di sebutkan di atas. Kalau kita nalar sedikit, mata melihat saja bisa bikin hati merasa, apalagi kalau sudah menyentuhnya, pasti tambah panas tuh hatinya. Hati-hati kalau hati sudah makin panas, tidak bisa dipungkiri, ada nafsu didalamnya.
Jadi, sentuhan kita juga bisa termasuk 'mendekati zina'. Okey, itu artinya kita juga harus berhati-hati pada apa pun yang di sentuh.
Sampai disini, Saya rasa cukup dua saja contoh nya, (takut artikelnya ke panjangan, soalnya ini bukan skripsi) hehe.
Dari sini kita sudah dapat tiga peraturan untuk menjaga diri.
1. Jangan dekati zina
2. Menjaga pandangan. Jangan sembarangan menatap.
3. Tidak menyentuh yang bukan mahram nya.
Ke-tiganya diambil dari ayat Qur'an dan Hadits.  Sama-sama peraturan dari Allah.
Berdasarkan tiga hal tersebut, mari kita kembali ke pertanyaan diawal tulis ini tadi, "siapa bilang pacaran itu haram?" Yuk kita cocokkan kegiatan 'pacaran' dengan ketiga contoh peraturan di atas;
3. Apakah orang pacaran itu saling sentuh-menyentuh yang bukan mahram? IYA DONG
2. Apakah orang pacaran itu saling pandang-memandang, memanjakan hawa nafsu yang menggebu? IYA JUGA
1. Lantas, apakah kegiatan pacaran itu membawa kita lebih dekat kepada zina?  SUDAH PASTI
Nah loh, buat yang masih pacaran atau para jomblo yang masih berkeinginan untuk pacaran gimana nih pertanyaan yang tadi : "siapa bilang pacaran itu haram? "
Yang bilang bukan saya loh. Yang bilang juga bukan pak ustadz.  Tapi Allah kok yang bilang.
Pada dasarnya memang tidak akan kita temui dalil yang secara langsung berbunyi 'PACARAN ITU HARAM', karena di masa itu belum ada istilah pacaran. Dan inilah hebatnya aturan Islam. Islam tidak melarang berdasarkan 'nama kegiatannya', tapi Islam melarang 'isi perbuatannya'.
Jadi, kalau pun kegiatannya bukan pacaran, tapi ada bentuk perbuatan sentuh-menyentuh yang bukan halalnya, ya sudah tetap saja dosa.
Bahkan kalau pun kegiatannya adalah kajian akbar remaja islam gitu, tapi ada bentuk perbuatan lirik-melirik lawan jenis. Ya sudah dosa aja kali:v
Nah, dikarenakan yang diharamkan itu bukan sekedar istilah 'pacaran'-nya, melainkan lebih ke isi perbuatannya, maka dari itu yang perlu kita jaga diri adalah dari bentuk perbuatan itu pula. Gak cukup dengan mengatakan 'tidak' pada pacaran.
***
Kalau misal nih, pacaran tapi enggak pegang-pegangan. Enggak pandang-memandang. Tidak pula mengumbar nafsu. Karena tau itu dosa. Model pacaran yang enggak macem-macem, enggak ngapain-ngapain gitu, berarti enggak apa-apa kan ya? Enggak haram kan?.
"Haha.... Lah kalau enggak ngapain-ngapain ya ngapain pacaran?" :v
***
Mari kita pikirkan bersama, teman. Saya tidak ingin tulisan ini hanya menjadi sebatas huruf berjajar saja. Toh kalau pada berjajar, berdekat-dekatan, juga gak bakal beranak pinak. Maka dari itu, mari kita ambil tindakan. Tak sekedar puas membaca pola kosa kata. Haha
Apa yang kita dapati di sini? Dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk diri ini?
➡ Kita tau, zina itu buruk dan kita tidak boleh mendekatinya. Okey, mari kita mulai menjauhkan diri dari itu. Dan dari semua hal yang berpotensi membawa ke situ.
➡ Lebih spesifik lagi ; 'salah satu' bentuk dari menjauhi zina adalah menjaga pergaulan diri. Mulai dari hal yang sederhana; PANDANGAN;  jangan sampai nafsu kita meningkat, menguat, memanas cuma gara-gara tidak menjaga (menundukkan) pandangan mata.
➡Lebih jauh lagi;  mencegah mata tidak cukup. Mari ber'tingkah' lebih baik. Mulai membatasi jarak antara lawan jenis. Takut menyentuh. Takut dosa. Bergaul dengan orang yang sama-sama menjaga diri akan mempermudah proses ini. Saya yakin itu.
Tiga hal itu pun baru  secuil  dari peraturan islam yang mengarahkan kita kepada pergaulan yang lebih baik. Jadi, masih banyak hal untuk kita lakukan dalam mengambil sikap pada perkara ini. Mulai berhijrah perlahan-lahan adalah pilihan yang bagus untuk di lakukan saat ini.
Dan kau tau kawan? Artikel ini sudah selesai. Silahkan di tutup dan persiapkan dirimu untuk sebuah perubahan.  Nanti, besok pagi, lusa dan seterusnya.
Sekian, semoga bermanfaat dan Selamat berubah, selamat berhijrah :)


0 komentar:

Koment saran kritik yang bijak yaa gaes

Berapa sih yang biasa ngintip

Kepoin saya di INSTAGRAM

Translate

About us

bidang RPK PK. IMM STIE Muhammadiyah Pekalongan
Proudly Powered by Blogger.